Berita

Penyuluh KB dan Pendamping KB dilatih Pengelola Kampung Gadis

DS – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan Pendamping KB selama satu hari, Kamis (02/05) memperoleh pelatihan mengelola kampung KB yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB). Kegiatan yang dilaksanakan di Sasana Abdi Praja Lantai III ini mengundang nara sumber pengelola kegiatan KB dan para penyuluh serta pendamping Kampung KB Gadis dari Kabupaten Cilacap.

 

Kepala Disparmedes PPKB, Agus Kusuma dalam pengarahannya menyampaikan permasalahan penduduk dapat menjadi masalah serius bagi bangsa dan negara apabila permasalahan ini tidak berhasil dikelola dengan baik. Sebab pertumbuhan penduduk terus terjadi namun luas tanah tidak bertambah. Penduduk yang terus bertambah Ini mengartikan semakin banyak jumlah penduduk yang harus diberi makan namun kemampuan produksi makanan makin ke sini makin terbatas.

“Mengikuti hukum Malthus, pakar kependudukan dunia, pertumbuhan penduduk hukumnya mengikuti hukum deret ukur, sedangkan pertumbuhan sumber makanan mengikuti deret ukur. Pandangan ini mengartikan pemenuhan kebutuhan makan akan selalu menjadi masalah. Belum lagi masalah sosial dan kesejahteraan yang mengiringinya. Karena itu mengantisipasi hal ini pertumbuhan penduduk harus dikelola agar tidak menjadi beban nantinya” kata Kepala Agus Kusuma, Kamis (02/05) di Sasana Abdi Praja Lantai III Setda.

 

Agus berharap para peserta untuk dapat mengikuti serius acara ini. Perhatikan dan tirulah apa yang menyebabkan keberhasilan kabupaten tetangga dalam mengelola kampung KB. Sebab keberhasilan mengelola kampung KB akan menjadi dasar dari pengelolaan KB dalam lingkup yang besar. Dia pun mengingatkan bahwasanya pemilihan kampung KB biasanya dipilih pada kampung-kampung yang membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, Agus berharap pada stafnya dalam pengelolaan kampung KB ini untuk melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain.

“Bahasa pendeknya, pengelolaan Kampung KB dikerjakan secara keroyokan. Jangan ragu untuk mengajak OPD lain, sebab pekerjaan mensejahterakan masyarakat ini menjadi urusan bersama dengan OPD lain. Dengan demikian peluangnya menjadi semakin besar” katanya.

 

Kabid Pengendalian Penduduk pada Disparmedes PPKB, Ninik Ratih Himawati, mengatakan kegiatan Pelatihan diikuti oleh 54 pendamping Kampung KB dan 39 penyuluh KB. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan Standar Operasional pengelolaan kampung KB. Ini karena dalam prakteknya dari 54 Kampung KB ini belum semua sama dalam urusan administrasi, perencanaan dan pembuatan usulan anggaran, dan bentuk pengelolaannya mau seperti apa.

“Selama ini yang dilaksanakan di lapangan lebih merupakan inisiatif dan kreatifitas berdasar pengalaman masing-masing penyuluh KB dan para pendamping. Karena itu setelah pelatihan ini Penyuluh dan Pendamping memiliki SOP yang sama” katanya.

 

Sementara itu, Pembina Kampung KB Gadis Cilacap, Yudhasmara Soeharto, mengatakan Kampung KB Gadis berhasil terpilih menjadi kampung KB terbaik di Indonesia. Prinsipe utama pengelolaan kampung KB adalah memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang ada di kampung tersebut. Nama GADIS merupakan akronim sekaligus mencerminkan kondisi lapangan.

“G kependekan dari Guyub. A  artinya aman. D damai. I indah. Dan S, kependekan dari Sejahtera. GADIS ini mencerminkan visi sekaligus harapan warga Desa Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap dalam membentuk Kampung KB yang berawal dari kondisi riil kampung mereka. Inilah kekuatan perubahan warga dari kampung kumuh, dikelilingi masalah sosial, dan miskin menuju kondisi lebih baik seperti sekarang ini” katanya. (**_eKo / ed DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *